Sifat Ma'ani

| Qudrah | Iradah | Ilmu | Hayah | Sama' | Bashar | Kalam |

Sifat Ma'any yaitu Maksudnya sifat yang diwajibkan bagi zat Allah suatu hukum atau sifat yang pasti ada pada Dzat Allah

Qudrah 

Qudrah | Iradah | Ilmu | Hayah | Sama' | Bashar | Kalam |

Qudrah Artinya Maha kuasa maka Mustahil Allah lemah.
إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. [QS. Al-Baqarah (2): 20]

Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan. [QS. Ya Sin (36): 83]

Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu`jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.” [Q.S. Ali 'Imran: 49]

Sebagaimana kita ketahui, bahwa makhluq diciptakan oleh Allah. Begitu pula perbuatannya serta sifatnya. Allah Berkuasa atas makhluq. Sifat dan perbuatan dari suatu makhluq adalah makhluq. Sedangkan makhluq tidak berkuasa. Makhluq tidak bisa bergerak untuk beribadah atau pun menghindari ma’siat. Sifatnya lemah, lumpuh, tidak bisa berbuat apa-apa, maka makhluq tidak kuasa berbuat apa-apa. Yang Berbuat hanyalah Allah. Allah Yang Membolak-Balikkan hati. Tetapi ingat, Allah Maha Tahu, Maha Adil, Maha Bjaksana dan Mengetahui Hikmah (Al Hakam). Sedangkan manusia sangat bodoh dan zhalim. Apa yang diketahui manusia sangat sedikit jika dibandingkan dengan apa yang tidak diketahui oleh manusia. Maka tidak pantas manusia menyombongkan dirinya yang lemah. Sungguh tiada daya untuk menghindari kejahatan dan tiada kekuatan untuk berbuat kebajikan kecuali dengan Kasih-Sayang dan Kuasa Allah.

Maka patut bagi mu`min mu’taqad untuk tawadhu`, tidak takabbur, dan banyak takut kepada Allah Ta’ala.


Iradah 

Qudrah | Iradah | Ilmu | Hayah | Sama' | Bashar | Kalam |

Iradah artinya Maha berkehendak maka Mustahil Allah tidak memiliki kehendak.

فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ

Allah berbuat seperti apa yang Dia Kehendaki. [Al Buruj (85) : 16]


Tuhan itu Maha berkehendak dan berbuat seperti apa yang dia kehendaki, bukan seperti yang dikehendaki oleh pihak lain. Apa yang dikehendaki oleh Allah pasti terjadi. Apa yang tidak dikehendaki oleh Allah pasti tidak terjadi (tidak ada). Jika Ia Menghendaki sesuatu, maka ia cukup berfirman, “Kun (Jadi)”, maka terjadilah (Yaa Siin ayat 82). Dan Allah adalah Yang Baik. Yang dikehendaki oleh Allah adalah kebaikan. Tetapi kebodohan manusia tidak dapat menembus Hikmah Al Hakam.

Setiap peristiwa itu berhubungan dengan waktu. Jika Allah Berkalam, “Kun” pada setiap peristiwa dan waktu berarti Allah terperangkap pada waktu ? Tidak, tidak demikian. Allah Berkalam, “Kun” dan semua peristiwa dari awal hingga akhir di alam semesta tercipta. Tetapi manusia merasakan tiap frame dari kehidupan secara bergantian sehingga mereka merasa bahwa waktu itu ada. Padahal waktu, sebagaimana materi, hanyalah imajinasi.

Kita pernah bermimpi yang mana dalam mimpi tersebut kita merasa menjalaninya dengan sangat lama. Tetapi sewaktu kita terbangun, ternyata kita hanya tertidur selama beberapa puluh menit. Apa yang kita rasakan sebagai waktu ternyata hanyalah imajinasi.

Dalam surat Al-Hajj ayat 14, Allah menjelaskan bahwa yang memasukkan orang-orang yang beriman dan beramal shalih adalah Allah. Begitulah Allah berbuat apa-apa yang Dia kehendaki.

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. [QS. Al-Hajj (22): 14]


Maka patut bagi mu`min mu’taqad untuk bersyukur kepada Allah Ta’ala atas tiap ni’mat dan bershabar atas tiap mushibah.



‘Ilmu

Qudrah | Iradah | Ilmu | Hayah | Sama' | Bashar | Kalam |

‘Ilmun artinya Tahu maka  Mustahil Allah jahil (bodoh).
وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيم

Dan Allah dengan tiap sesuatu adalah Maha Mengetahui. [Al Hujurat (49) : 16]

(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang saat itu (hari akhir), kapankah terjadinya? Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (kepada saat itu, hari berbangkit). Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari. [QS. An-Nazi'at (79): 42-46]

Allah Mengetahui segala sesuatu, walupun sesuatu itu -menurut kita- belum terjadi. Allah Mengetahui apa yang tersembunyi dan apa yang tersingkap.

Maka patut bagi mu`min mu’taqad untuk takut berbuat ma’siat kepada Allah , sebab Allah Ta’ala Maha Mengetahui atas tiap perbuatan kita.


Hayah

Qudrah | Iradah | Ilmu | Hayah | Sama' | Bashar | Kalam |

Hayah artinya Hidup maka Mustahil Allah mati.

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لا يَمُوتُ

Dan serahkan dirimu (tawakkal) kepada Yang Hidup Dzat Yang tidak mati. [Al Furqan (25) : 58]

Tuhan itu Hidup. Hidup Tuhan tidak berasal dari siapa pun, melainkan Tuhan Hidup dengan Sendiri-Nya. Dan mustahil Tuhan itu mati. Sedangkan kehidupan makhluq berasal dari Allah.

Allah tidak mungkin mati. Tetapi kita pasti mati. Tiada Yang Kuasa selain Allah. Dan sesungguhnya termasuk ujian yang sangat berat adalah maut. Kita  tidak ada, lalu diadakan, maka kepada Allah tempat kita kembali.

Maka patut bagi mu`min mu’taqad untuk bertawakkal (berserah diri) kepada Allah Ta’ala.


Sama’ 

Qudrah | Iradah | Ilmu | Hayah | Sama' | Bashar | Kalam |

Sama’ artinya Mendengar maka Mustahil Allah tuli.

وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan Allah Ta’ala Mahamendengar lagi Mahamengetahui. [Al Baqarah (2) : 256]

Allah Mahamendengar. Dia mendengar dan mengabulkan doa yang ditujukan kepadaNya. Adapun mengenai pengabulan doa, adakalanya Allah kabulkan seperti apa yang kita kehendaki, adakalanya Allah kabulkan seperti apa yang Allah kehendaki, dan itu baik bagi si pendoa, dan adakalanya Allah tangguhkan doanya itu dan diganti dengan yang lebih baik di akhirat kelak. Jadi doa itu bukanlah untuk meminta apa yang kita kehendaki. Tetapi untuk menyampaikan keinginan kita. Dan Allah menyukai hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya. Dengan kesukaan-Nya itu, maka Allah berikan yang terbaik bagi si hamba. Jika apa yang dikehendaki si hamba itu memang baik, maka Allah kabulkanlah seperti yang dikehendaki. Jika yang dikehendaki si hamba itu berakibat buruk, atau kurang baik, maka Allah berikan yang lebih baik dari apa yang dikehendaki si hamba. Dan jika dikabulkan di dunia ini seperti yang diinginkan si hamba itu buruk, maka Allah menangguhkannya dan menggantinya dengan yang lebih baik, yaitu dengan ampunan dan kasih-sayang-Nya di akhirat kelak. Tetapi ada kalanya, seseorang itu berdoa, dan itu dapat berakibat buruk baginya, lalu Allah mengabulkannya sehingga ia semakin jauh dari Allah. Maka yang demikian itu adalah istidraj. Allah membiarkan dia terlena dalam keni’matan, sehingga di hari kiamat, Allah dapat menyiksanya dengan siksa yang pedih diakibatkan kekufurannya.

Dan Allah Mahamendengar lagi Mahamengetahui [QS. Al-Baqarah (2): 256]


Allah Mahamendengar segala perkataan kita. Bahkan apa yang kita ucapkan dalam hati. Allah Maha mendengar atas segala ucapan yang baik dan yang buruk.

Maka patut bagi mu`min mu’taqad untuk tidak berkata yang haram, sebab Allah  Mahamendengar atas segala perkataan.



Bashar

Qudrah | Iradah | Ilmu | Hayah | Sama' | Bashar | Kalam |

Bashar artinya Melihat maka Mustahil Allah buta.

وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Dan Allah Ta’ala Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat. [Al Hujurat (49) : 18]

Maka patut bagi mu`min mu’taqad bahwa ia tiada membuat ma’siat, sebab Allah Ta’ala Maha Melihat segala perbuatan.


Kalam 

Qudrah | Iradah | Ilmu | Hayah | Sama' | Bashar | Kalam |

Kalam artinya Berkata/Berfirman maka Mustahil Allah bersifat kelu (bisu).

وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا

Dan berkata Allah Ta’ala kepada Musa dengan sempurna/sebenar-benarnya Berkata. [An Nisa` (4) : 164]

Segala sesuatu dijadikan oleh Allah dengan kalam-Nya, “Kun” (jadilah), maka jadilah segala sesuatu. Dengan Asma-Nya segala sesuatu itu terjadi, dengan Asma-Nya segala sesuatu bermula, dan kepada-Nya segala sesuatu kembali.

Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. [QS. Al-Mu`min (40): 68]

Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia. [QS. Ya Sin (36): 82]


Maka patut bagi mu`min mu’taqad untuk banyak berdzikir kepada Allah Ta’ala dengan pengharapan Asma Allah