Renungan 1 Rojab 1436 H:
Alhamdulillah Wasyukrulillah, Bada' maghrib tanggal 19 April 2015 kita semua sudah memasuki bulan Rajab yang dinamakan sebagai bulan menabur benih, mensucikan badan, maghfiroh, dan Taubat..
Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia.
Di antara kita pernah berbuat kesalahan terhadap diri sendiri sebagaimana terhadap keluarga dan kerabat bahkan terhadap Allah.
Dengan segala rahmatnya, Allah memberikan jalan kembali kepada ketaatan, ampunan dan rahmat-Nya dengan sifat-sifat-Nya yang Maha Penyayang dan Maha Penerima Taubat.
Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan Tuhannya.
Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri.
Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas.
Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya.
Allah swt : "Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan".
Rasulullah saw : "Tidak ada sesuatu pun yang lebih Allah cintai selain dari seorang mukmin laki-laki atau perempuan yang bertaubat".
By HB
Alhamdulillah Wasyukrulillah, Bada' maghrib tanggal 19 April 2015 kita semua sudah memasuki bulan Rajab yang dinamakan sebagai bulan menabur benih, mensucikan badan, maghfiroh, dan Taubat..
Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia.
Di antara kita pernah berbuat kesalahan terhadap diri sendiri sebagaimana terhadap keluarga dan kerabat bahkan terhadap Allah.
Dengan segala rahmatnya, Allah memberikan jalan kembali kepada ketaatan, ampunan dan rahmat-Nya dengan sifat-sifat-Nya yang Maha Penyayang dan Maha Penerima Taubat.
Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan Tuhannya.
Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri.
Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas.
Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya.
قَالَ اللّه ُعز و جل:« وَ هُوَ الَّذِى يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَ يَعْفُواْ عَنِ السَّيِّـئاتِ وَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ
Allah swt : "Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan".
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَسَلَّمَ : ليسَ شَيءٌ أحَبَّ إلى اللّه ِ مِن مُؤمنٍ تائبٍ أو مُؤمنةٍ تائبةٍ . [ عن ابن مسعود
By HB