Syarat Membaca Al-Fatihah
Syarat-syarat sah membaca surat al-Fatihah ada sepuluh, yaitu:
Tempat-tempat tasydid dalam surah al-fatihah ada empat belas, yaitu:
Syarat-syarat sah membaca surat al-Fatihah ada sepuluh, yaitu:
- Tertib (yaitu membaca surat al-Fatihah sesuai urutan ayatnya).
- Muwalat (yaitu membaca surat al-Fatihah dengan tanpa terputus).
- Memperhatikan makhroj huruf (tempat keluar huruf) serta tempat-tempat tasydid.
- Tidak lama terputus antara ayat-ayat al-Fatihah ataupun terputus sebentar dengan niat memutuskan bacaan.
- Membaca semua ayat al-Fatihah.
- Basmalah termasuk ayat dari al-fatihah.
- Tidak menggunakan lahan (lagu) yang dapat merubah makna.
- Membaca surat al-Fatihah dalam keaadaan berdiri ketika sholat fardhu.
- Mendengar surat al-Fatihah yang dibaca.
- Tidak terhalang oleh dzikir yang lain.
Tempat-tempat tasydid dalam surah al-fatihah ada empat belas, yaitu:
- Tasydid huruf “Lam” jalalah pada lafal (الله ).
- Tasydid huruf “Ra’” pada lafal (( الرّحمن .
- Tasydid huruf “Ra’” pada lapal ( الرّحيم).
- Tasydid “Lam” jalalah pada lafal ( الحمد لله).
- Tasydid huruf “Ba’” pada kalimat (ربّ العالمين ).
- Tasydid huruf “Ra’” pada lafal (الرّحمن ).
- Tasydid huruf “Ra’” pada lafal ( الرّحيم).
- Tasydid huruf “Dal” pada lafal (الدّين ).
- Tasydid huruf “Ya’” pada kalimat إيّاك نعبد) ).
- Tasydid huruf “Ya” pada kalimat (وإيّاك نستعين ).
- Tasydid huruf “Shad” pada kalimat ( اهدنا الصّراط المستقيم).
- Tasydid huruf “Lam” pada kalimat (صراط الّذين ).
- Tasydid “Dhad” pada kalimat (ولا الضالين).
- Tasydid huruf “Lam” pada kalimat (ولا الضالين).
Pengajian 20 Juni 2015