Ibu Nani : nanti jikalau anak saya sudah lahir… akan saya kasih nama VANNI…soalnya nama bapaknya kan irvan & saya nani…!!!
Ibu Evi : jikalau anak saya sudah lahir… saya akan kasih nama DEVI… so’alnya nama bapaknya kan dedi & saya evi…!!!
Ibu Kokom : hanya diam saja?
Lalu ibu Nani & ibu Evi bertanya kepada ibu Kokom… Kom kenapa kamu kok diam saja… kalau anakmu nanti sudah lahir mau dikasih nama siapa…???
Ibu Kokom : saya bingung dan saya malu…(hikz..hikz..hikz.. menangis sedih… so’alnya bapaknya kan namanya basir & saya kokom… masak anak saya mau di kasih nama BASKOM?????”
Nama adalah sebuah doa, nama adalah sebuah pengharapan dan nama adalah sebuah identitas yang bisa menggambarkan sifat, karakter dan perilaku dari si empunya nama. Namun, orangtua harus selalu memohon, meminta dan berdoa kepada Allah swt., agar si anak dapat merealisasikan atau memanifestasikan doa atau nama yang diberikan oleh orangtuanya.
Nama juga merupakan lafadh dimana seseorang dipanggil dengannya. Islam memberikan perhatian sangat besar terhadap masalah ini, hingga Allah pun menegaskan hal ini dalam Al-Qur’an :
يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا
“Wahai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia” [QS. Maryam : 7].
Hingga kelak di hari kiamat, manusia akan dipanggil dengan nama yang mereka dipanggil dengannya semasa di dunia.
عن أبي الدرداء قال: قال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم: "إنكم تُدعون يوم القيامة بأسمائكم وأسماء آبائكم فأحسنوا أسماءكم