المَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِيرَ
Setiap kesulitan menarik kemudahan
Dasar kaidah ini adalah firmah Allah SWT :
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. (Albaqoroh 185)
Adapun sebab-sebab keringanan (rukhsoh) didalam beribadah diantara lain :
1. Berpergian, dalam berpergian seseorang boleh mengqosor dan menjama` sholat, dan boleh tidak berpuasa.
2. Sakit, dalam keadaan sakit seseorang boleh sholat dengan duduk atau berbaring, tayammum sebagai ganti berwudhu, tidak berpuasa dan sebagainya.
3. Terpaksa, dalam hal terpaksa orang boleh memakan makanan yang haram, bahkan boleh mengucapkan kata-kata kekafiran atau berbuat perbuatan yang mengkafirkan.
Sesuai dengan ayat :
مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَٰكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ [١٦:١٠٦
Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. (Annahl 106)
4. Orang yang lupa, orang lupa bebas dari dosa. Seperti orang yang makan pada waktu puasa dan ia lupa, maka tidak batal puasanya.
5. Bodoh, artinya seseorang belum mengetahui hukum sesuatu, bukan karena tidak mau belajar akan tetapi ia belum menemukannya pada kajian-kajian islam. Dan ia tidak berdosa selagi masih mau belajar, seperti seseorang berbicara ditengah sholat karena tidak mengerti maka shalatnya tidak batal.
6. Kekurangan, kekurangan adalah salah satu macam dari kesulitan, karena setiap orang mesti senang dengan kesempurnaan.
By HB